REFLEKSI PUASA


Puasa Ramadan sedang kita jalani. Umat Islam di seluruh dunia sedang menikmati. Mereka saling berbagi, saling mengasihi dan saling berlomba mengkaji dan mengaji kitab suci. Betapa indahnya manakala seorang hamba bisa menjalani puasa dengan hati yang bersih, semangat yang gigih, hingga gelar taqwa bisa diraih, dan jiwa kita kembali putih.

Seperti biasa, pada saat bulan ramadhan tiba, di negara kita yang mayoritas Islam rasa religiusnya ummatnya semakin tinggi. Bukan hanya di kampung-kampung saja tetapi juga di kota-kota. Hal ini terasa bila kita pergi ke mall-mall, lagu-lagu yang bernuansa islami semakin sering diperdengarkan. Bukan hanya itu saja, stasiun TV tidak kalah juga, mereka melihat bahwa bulan puasa menjadi peluang tersendiri bagi mereka untuk meraup rupiah. Demikian pula dengan para presenter televisi yang ikut-ikutan mendapat berkah.

Sebagai muslim apa yang terasa itu perlu diapreasi dengan positif. Sebab hal ini menandakan bahwa di negara kita masih banyak yang memiliki komitmennya untuk melaksanakan syariat agama. Meskipun kita tahu bahwa usaha-usaha untuk mensekulerkan ummat Islam semakin gencar dilakukan oleh mereka-mereka yang benci dengan keberadaan Islam.

Namun hal itu bukanlah suatu ancaman bagi kita selama dalam diri masing-masing muslim masih punya pemahaman yang betul terhadap ajaran-ajaran agamanya. Sebab, kesalahan-kesalahan ummat sehingga mereka terjerumus adalah karena kurang memiliki pemahaman yang baik tentang agama.  Sedikit direcoki dengan upaya-upaya “penggiringan” dengan mudah mereka berpaling, atau paling kurang menjadi sekuler.

Saya pikir, sebagai bulan yang penuh berkah ini akan menjadi sangat penting bagi kita ummat muslim menjadikannya sebagai momen untuk kembali merenungi jejak perjalanan kita selama ini. Apakah perjalanan hari-hari kita selama ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan syariat?. Dan sebenarnya, salah satu hikmah yang penting kita ambil dari setiap bulan ramadhan adalah adanya peningkatan kualitas kita sebagai ummat Islam.

Dalam dunia yang penuh dengan tantangan apalagi dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi perlu ada upaya-upaya diri kita untuk dapat membentengi diri dari segala serangan-serangan yang setiap saat terjadi. Apalagi, bila kita cermati secara seksama, melalui media informasi seperti internet upaya-upaya itu semakin sangat terang benderang dilakukan. Apalagi secara spesifik dan terang-terangan mereka meyerang Islam melalui blog-blog siluman yang sering kita temukan. Saya yakin mereka tidak akan lelah melakukan itu.

Sebenarnya, bagi muslim sangat beruntung dengan adanya bulan ramadhan. Karena kita memiliki waktu khusus sampai satu bulan untuk melakukan refleksi diri. Permasalahannya adalah, apakah kita mampu memanfaatnya secara maksimal? Jawaban yang sebenarnya adalah harus. Tetapi kemudian terserah kepada pribadi-pribadi muslim.

Categories: Agama, Blog | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: