CUPLAK


CUPLAK YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS ICD-9 078.1; ICD-10 B07
(Verruca vulgaris, Common wart, Condyloma acuminatum, Papilloma venereum)

1. Identifikasi
Penyakit virus yang ditandai dengan lesi pada kulit dan selaput lendir dengan bentuk yang
bervariasi. Penyakit ini antara lain : the common wart (cuplak biasa), lesi dengan batas
jelas, hiperkeratosis, kasar, papulae tanpa rasa sakit dengan ukuran bervariasi mulai dari
sebesar kepala jarun pentul sampai dengan ukuran massa yang lebih besar; filiform warts
(cuplak filiformis) bentuknya panjang, menonjol, lesi panjang dapat mencapai ukuran 1
cm; papilloma laring pada pita suara dan epiglottis pada anak-anak dan dewasa; flat warts
(cuplak datar), bentuknya halus, agak menonjol, lesi biasanya multiple dengan ukuran
bervariasi mulai dari 1 mm sampai dengan 1 cm; condyloma acuminatum (venereal
warts), berbentuk bunga kol, tumbuh seperti daging, muncul di tempat basah seperti di
sekitar alat kelamin, sekitar anus dan rectum dan harus dibedakan dengan condyloma lata
pada sifilis; papilloma datar pada cervix; cuplak pada telapak kaki (plantar warts),
bentuknya datar, hiperkeratosis dan biasanya terasa sakit. Papilloma pada larynx dan
condyloma acuminata pada alat kelamin kadang-kadang menjadi ganas. Cuplak pada
epidermodysplasia verruciformis biasanya muncul pada torso dan ekstremitas bagian atas
dan biasanya muncul pada dekade awal dari kehidupan; sering berubah menjadi ganas
pada usia dewasa muda berupa Squamous cell carcinoma. Diagnosa ditegakkan dengan
ditemukannnya lesi yang khas. Jika masih ragu, lakukan eksisi untuk dilakukan
pemeriksaan histologis.
2. Penyebab infeksi
Infeksi disebabkan oleh Humam papillomavirus (HPV) virus DNA grup papopavirus
(Virus cuplak pada manusia). Dikenal ada 70 jenis tipe HPV yang dapat menimbulkan
gejala yang spesifik dan lebih dari 20 jenis diantaranya dapat menimbulkan infeksi pada
alat kelamin. Kebanyakan infeksi HPV pada daerah genital tidak menimbulkan gejala
klinis, subklinis atau tidak diketahui sama sekali. Cuplak pada alat kelamin yang nampak
secara klinis biasanya disebabkan oleh HPV tipe 6 atau 11; Virus ini dapat menyebabkan
lesi pada cervix, vagina, urethra dan anus, kadang-kadang tanpa gejala sama sekali. Jenis
HPV lain pada daerah anogenital adalah tipe 16, 18, 31, 33 dan 35, virus ini sebagai
penyabab terjadinya displasia, penyebab terjadinya squamous intraepithelial neoplasia
(seperti squamous cell carcinoma in situ, Gowenoid papulosis, Erythroplasia Queyrat,
penyakit Bowen pada alat kelamin).
HPV tipe 7 dikaitkan dengan terjadinya cuplak pada orang yang bekerja manangani
daging dan pada dokter hewan. Tipe 5 dan tipe 8 dikaitkan dengan terjadinya
epidermodysplasia verruciformis.
3. Distribusi penyakit: Tersebar di seluruh dunia.
4. Reservoir: – Manusia
5. Cara-cara penularan: Penularan biasanya melalui kontak langsung. Penularan dapat juga
karena otoinokulasi melalui pisau cukur; lantai yang tercemar dapat juga berperan sebagai
sumber penularan.

Condyloma acuminatum biasanya ditularkan melalui hubungan kelamin, sedangkan
papilloma pada larynx kemungkinan didapatkan melalui penularan jalan lahir pada bayi.
Jenis virus yang menyerang genitalia dan saluran pernafasan adalah sama.
6. Masa inkubasi: Sekitar 2 – 3 bulan, bervariasi antara 1 – 20 bulan.
7. Masa penularan: Lamanya tidak diketahui dengan pasti, penularan dapat terjadi selama
masih ditemukan adanya lesi.
8. Kerentanan dan kekebalan: Cuplak biasa, cuplak dengan permukaan datar adalah yang
paling sering ditemukan pada anak-anak. Sedangkan cuplak pada alat kelamin lebih sering
ditemukan pada mereka yang aktif secara seksual dan cuplak pada telapak kaki ditemukan
pada anak sekolah dan dewasa muda. Insidensi cuplak meingkat pada penderita dengan
imunosupresi.
9. Cara-cara pemberantasan
A. Upaya pencegahan: Hindari kontak dengan lesi dari orang lain. Penelitian yang
dilakukan belakangan ini menunjukkan bahwa pemakaian kondom pada pria ternyata
tidak mencegah terjadinya infeksi.
B. Pengawasan penderita, kontak, dan lingkungan sekitar
1). Laporan kepada instansi kesehatan setempat tidak dilakukan, kelas 5 (lihat tentang
pelaporan penyakit menular).
2). Isolasi: Tidak dilakukan
3). Disinfeksi serentak: Tidak dilakukan
4). Karantina: Tidak dilakukan
5). Imunisasi terhadap kontak: Tidak dilakukan
6). Investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi: terhadap mereka yang kontak dan
melakukan hubungan seks dengan penderita cuplak pada alat kelamin, harus
dilakukan pemeriksaan dan bila perlu diberikan pengobatan.
7). Pengobatan spesifik: pengobatan terhadap penderita akan mengurangi jumlah
virus yang dapat ditularkan oleh penderita. Cuplak akan mengalami regresi secara
spontan dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. Untuk lesi pada permukaan
tubuh dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair. Untuk cuplak pada telapak
kaki dilakukan kuretase atau ditempeli dengan plaster asam salisilat. Sedangkan
lesi pada alat kelamin digunakan podophyllin 10 – 25% dalam larutan tinctura
benzoin, asam trichlor asetat atau nitrogen cair – kecuali pada wanita hamil ini
tidak digunakan.
Untuk lesi pada alat kelamin yang cukup luas digunakan 5-fluorouracil.
Pengobatan yang efektif untuk Condyloma acumunata menggunakan recombinant
interferon alpha 2b (Intron A® Schering) disuntikkan kedalam lesi. Untuk
papilloma pada larynx dilakukan tindakan operatif atau penggunaan sinar laser.
Jika terjadi papillomatosis yang cukup luas pada wanita hamil, dilakukan operasi
caesar untuk melahirkan bayi mereka.
8). Pemeriksaan mikroskopis dengan pengecatan Papanicolau sangat efektif untuk
menemukan kelainan sel secara dini untuk mengetahui adanya kecenderungan
keganasan pada wanita. Tindakan operatif yang segera dilakukan terhadap kanker
mulut rahim sangat membantu penyembuhan.
C. Tindakan penanggulangan wabah: Penyakit ini tidak menimbulkan wabah, hanya
muncul secara sporadis.
D. Dampak terhadap bencana: Tidak ada
E. Tindakan Internasional: Tidak ada

Categories: Kesehatan, Pengetahuan Umum | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: