Entertainment

Diproteksi: MEMBEDAH KATA “TERPADU” DALAM IPS


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan
Categories: Artikel, Entertainment | Tag: | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

ANI ZAINAB ( cerpen ke 14 )


        Ani Zainab adalah seorang perempuan muda yang hidup serba kekurangan, miskin harta dan miskin tahta, karena hanya bekerja sebagai buruh tani pada seorang Tuan Tanah di Kampung halamannya.  Ani hidup bersama seorang Ayah yang sudah tua dan seorang kakak laki-laki yang memiliki kelainan fisik, cacat seumur hidup.  Hidup Ani sangat miskin dan menderita karena harus menafkahi semua kebutuhan hidup keluarganya. Kakak laki-lakinya tidak lagi mampu menjadi tulang punggung keluarga karena cacat yang diderita. Begitupun dengan keadaan Ayahnya yang sudah tua, dan sering sakit-sakitan. Orang kampung bilang, ayah Ani hanya tinggal menunggu hari. Hal ini yang menyebabkan Ani harus banting tulang mengais rezeki, agar ayahnya bisa diobati.

       Melihat keadaan keluarga yang seperti itu. tak mungkin Ani membiarkan orang tuanya bekerja menjadi buruh seperti yang Ani lakukan. Hatinya hanya berharap semoga Tuhan memberikan kesembuhan kepada Ayahnya.  Dengan keadaan hidup yang serba kekurangan, Ani terpaksa meninggalkan sekolah sewaktu kelas dua SMP. Ia terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena keadaan Ayahnya yang sudah sakit-sakitan. Semua itu ia lakukan karena hidup keluarganya yang semakin menderita. Ia lebih baik meninggalkan bangku sekolah dan lebih memilih bekerja menjadi buruh tani meskipun hasil yang diperoleh sangat kecil. Ia tak bisa menikmati masa remaja seperti anak-anak kebanyakan. Baginya, uang lebih penting untuk menyambung hidup keluarganya daripada menikmati masa remaja dan bersekolah. Derita Ani semakin bertambah ketika sang Ibu yang ia sayangi harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Beban hidup yang ia jalani menjadi semakin berat, karena tidak ada lagi anggota keluarganya yang bisa meringankan atau setidaknya membantu Ani dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia harus bekerja sendiri tanpa ada lagi bantuan dari sang ibu. Namun dengan rasa ikhlas, ia masih mampu bertahan dengan segala kekurangan yang Ani miliki.

       Terkadang ia sempat putus asa melihat kondisi keluarganya, hingga suatu saat ia ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, namun seketika terbayang ayahnya yang terbujur lemas di pembaringan yang sudah usang.  Akhirnya rencana untuk mengakhiri hidupnya tidak sampai terjadi.  Tiap malam ia kerap kali menangis atas nasib yang terjadi pada dirinya. Mengapa Tuhan memberikan cobaan seperti ini, mengapa sampai sekarang derita yang ia alami tidak pernah berakhir.  Pertanyaan-pertanyaan itu seringkali hadir takkala Ani sedang mendampingi Ayahnya yang sakit dipembaringan. Ayahnyapun kadang seringkali menangis, tak tega melihat Ani, anaknya harus mengurusi semua beban yang seharusnya ia lakukan sebagai kewajiban seorang Ayah. Apa mau dikata, sakit yang diderita, memaksa  Ani harus menggantikan posisinya.

       Namun takdir manusia tidak ada yang tahu, hanya Tuhanlah yang tahu. Ternyata, nasib Ani berkata lain. Hidup Ani dan keluarganya mulai berubah saat anak dari Tuan Tanah menikahi dirinya.  Walaupun pada awalnya, keluarga dari Tuan Tanah banyak yang menentang dan tidak setuju karena kemiskinannya, namun pada akhirnya menerima pernikahan mereka meski dengan hati yang sangat terpaksa.  Kehidupan Ani tidak lagi merasa kekurangan, semua kebutuhan hidup, Amar, suaminyalah yang menanggung.  Ayahnya yang sedang sakit, dibawanya ke rumah sakit, sementara kakak laki-lakinya, di berikan ruangan khusus  dengan 2 orang pembantu.  Betapa beruntungnya Ani karena mendapatkan Amar, orang muda kaya raya, memiliki kekayaan melimpah, rumah yang mewah, mobil yang banyak dan segala kemegahan lainnya.  Amar sendiri adalah anak tunggal dari istri pertama Tuan Tanah yang memiliki pekerjaan sebagai Direktur di beberapa perusahaan milik ayahnya.

       Suatu ketika, Amar berkeinginan mengajak Ani berpindah ke Jakarta, karena perusahaan miliknya mulai merambah ke kota. Akhirnya Amar dan Ani sepakat memutuskan untuk pindah ke Jakarta dengan memboyong Ayah dan kakak laki-lakinya. Berita kepindahan Amar dan Ani membuat ibu Amar bersedih, karena waktu itu Ani sedang hamil 8 bulan.  Ibu Amar menghendaki agar Ani tetap di kampung, namun karena Amar  sudah tidak tahan sering melihat perlakuan saudara-saudara tirinya terhadap Ani, ia tetap memutuskan pindah ke Jakarta.

     Pergilah Ani bersama suami dan keluarganya ke Jakarta. Di tanah perantauan, ia hidup bergelimang harta, serba kecukupan.  Sampai lahirlah anak pertama mereka dengan selamat. Betapa senangnya hati Amar ketika Ani telah melahirkan anak laki-laki yang ia impikan, terlebih lagi ibunya Amar, saat mendengar berita cucunya telah lahir. Tetapi dibalik kebahagiaan keluarga Amar dan Ani, ada beberapa saudara tiri Amar yang tidak suka terhadap kelahiran cucu yang pertama Tuan Tanah.  Mereka seakan tidak terima dengan kehadiran bayi laki-laki yang akan menjadi pewaris kekayaan Tuan Tanah.

     Mereka juga tidak terima karena Ani bukanlah keturunan darah biru. Ia dianggap orang miskin yang kebetulan saja menjadi istri Amar. Karena itu, dengan segala tipu daya dan muslihat, saudara-saudara tiri Amar merencanakan penculikan terhadap bayi Ani dan Amar, kemudian membunuhnya.  Rencana mereka berhasil, bayi Ani diculik dan dibuang di tengah hutan dengan harapan mati dimakan binatang buas. Tak disangka ternyata hilangannya bayi, telah membawa petaka baru buat Ani.  Amar telah menuduhnya sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya bayi laki-laki yang mereka sayangi. Amar tidak terima dengan apa yang terjadi. Diceraikanlah Ani, lalu dipulangkan ke kampung halaman. Setelah sampai dikampung, Ani dan keluarganya hanya diberi harta 1 petak sawah buat menyambung hidupnya. Kemudian Amar melanjutkan bekerja di Jakarta, meninggalkan Ani dalam keadaan duka yang sangat mendalam.

      Betapa senangnya saudara-saudara tiri Amar saat mendengar Ani diceraikan Amar dan dikembalikan lagi ke kampung halaman.  Suatu hari, ketika Ani sedang menuntun ayahnya hendak pergi ke surau, saudara tiri amar mengunjunginya. Mereka ingin melihat keadaan Ani dan keluarganya. Kedatangan mereka bukan mau memberi bantuan atau memberikan angin kesejukan tetapi malah menambah kesedihan Ani karena perilaku mereka yang kelewatan. Mereka mengejek bahkan cenderung menghina karena keadaanya. Bahkan sempat, salah satu diantara saudara tiri Amar meludah ke tanah, seakan jijik melihat Ani yang miskin. Melihat perilaku bekas saudaranya, Ani hanya berlapang dada, bersabar atas apa yang direncanakan oleh Tuhan. Meskipun hatinya perih, pedih, dengan linangan air mata, Ani tetap menuntun Ayahnya menuju Surau, tempat ia dan Ayahnya bersembahyang. Meskipun kehidupan Ani kembali seperti dahulu,  ia tidak merasa sedikitpun menyesal. Ani tidak mau memperlihatkan beratnya beban tersebut kepada ayah dan kakak laki-lakinya.  Dengan segala kemampuan yang Ani miliki, ia akan selalu tabah dan tegar menghadapi semua yang akan terjadi.

     Setelah 2 tahun berlalu, tersiar kabar bahwa, Amar sudah menikah lagi, namun pernikahan mereka hanya bertahan 4 bulan karena istrinya meninggal akibat penyakit kangker yang ia derita.  Yang lebih membuat Ani terkejut adalah, kabar ditemukannya bayi laki-lakinya oleh seseorang yang melaporkan ke pihak Polisi.  Sekarang bayi itu ada di rumah Tuan Tanah bersama mantan Ibu mertua atau neneknya. Betapa bahagianya hati Ani saat mendengar bayinya ditemukan. Ingin rasanya ia menengok tapi urung karena keadaan Ani yang bukan lagi menjadi bagian dari keluarga Tuan Tanah.

      Beberapa hari kemudian, datanglah Amar ke rumah Ani, dengan membawa berita yang menyenangkan dan membahagiakan. Betapa tidak, Amar mengajaknya untuk kembali ke rumahnya untuk menjadi istri yang ke dua kali. Di depan Ani, Amar bersujud sambil menangis karena teringat kesalahan yang telah ia lakukan kepadanya.  Melihat apa yang dilakukan Amar terhadapnya, Anipun larut dalam tangisan.

      Akhirnya Ani dan Amar melangsungkan pesta perkawinan yang kedua. Keduanya hidup rukun dan bahagia dengan kehadiran anak yang kedua. Sementara saudara tiri Amar dimasukan ke dalam bui, suatu tempat dimana para penjahat dan penyamun tinggal bersama dalam sel tahanan. Mereka harus menerima hukuman yang setimpal, sebagai akibat perbuatan yang mereka lakukan.

Selamat berbahagia buat Ani Zainab dan Amar Zukhri

 

 

Prupuk, 5 Januari 2018

Penyusun

Mbajeng BMG

Categories: Entertainment | Tag: | 5 Komentar

Diproteksi: KADO TERAKHIR


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: Cerpen, Entertainment | Tag: | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: Di Bawah Naungan Bulan dan Bintang (Cerpen)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: Cerpen, Entertainment | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Diproteksi: TUGAS IPS  (PERUB.SOSBUDAYA & PERILAKU MANUSIA DI ERA GLOBAL)


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: Entertainment, Perangkat KBM, Tugas Siswa | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH


 ( Sebuah catatan kecil mengenai  Studi Kasus Di kelas  IX B SMP N 2 MARGASARI KAB TEGAL di semester genap  tahun pelajaran 2015/2016 )

Dalam dunia pendidikan khususnya tingkat pendidikan dasar jenjang  SLTP,  penerapan model pembelajaran di kelas sangatlah penting untuk mendorong siswa meningkatkan aktivitas dan kreativitas  dalam proses kegiatan belajar, baik di dalam maupun di luar kelas sehingga kelas akan lebih hidup, dinamis dan memberi kenyamanan bagi peserta didik. Di sisi lain model pembelajaran dengan teknik yang sesuai dengan kemampuan dan karakter akan dapat memberi nilai positif bagi peningkatan prestasi akademik peserta didik.
Sebuah Model pembelajaran yang sesuai, akan mendorong siswa untuk ikut aktif serta terlibat dalam kegiatan di kelas. Peserta didik akan  berfikir sekaligus melakukan proses interaksi sosial dengan teman satu kelasnya.  Salah satu model pembelajaran yang  penulis rasakan sesuai dengan karakter Kelas IX B, SMP N 2 Margasari, Kab. Tegal adalah Model Pembelajaran Kooperative Make A Match.
Model pembelajaran yang dikembangkan oleh Lorna Curran ini merupakan model atau teknik  dengan mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik, dalam suasana yang menyenangkan. Hemat penulis model ini menyuguhkan keasyikan dan kenyamanan peserta didik untuk melatih  kecerdasan dari segi intelektualnya maupun segi sosialnya.
Sebagai gambaran, SMP N 2 Margasari Kab. Tegal adalah salah satu sekolah yang notabene input siswa secara kuantitas cukup besar (lebih dari 21 kelas), namun masih relatif rendah dari segi kualitas. Hal ini, mendorong penulis untuk mencoba menerapkan sebuah teknik belajar dengan model yang lebih modern, dinamis dan aktual dalam arti mengikuti perkembangan IPTEK sehingga dapat menambah nilai dari segi kualitas akademiknya.
Model pembelajaran Make a Match ini juga menuntut guru untuk berkreasi, imaginatif, aktif dan inovatif dalam memberdayakan dan mengelola kelas dengan segala keterbatasan sarana belajar yang tersedia.  Terlepas dari kekurangan model belajar Make a Match, penulis berharap model ini mampu mengembangkan keterampilan penulis dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Baca lebih lanjut
Categories: Entertainment, Pendidikan | Tinggalkan komentar

SMP N 2 MARGASARI MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA


      SMP N 2 Margasari, Kabupaten Tegal, berencana akan menjalankan program Kementrian Lingkungan Hidup yakni sekolah berbasis lingkungan mulai tahun 2017. Hal ini dilatar belakangi oleh kondisi sekolah yang sangat ideal untuk dikembangkan menjadi sekolah hijau. Terlepas adanya kekurangan yang ada, SMP N 2 Margasari tetap akan berusaha secara optimal guna mencapai penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata.   

      Kata ADIWIYATA berasal dari 2 (dua) Kata “ADI” dan “WIYATA”. Adi memiliki makna: besar, agung, baik, ideal dan sempurna. Wiyata memiliki makna: tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jika secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna: tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh secara ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita menuju keada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Gambar terkait

   Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dahulu dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif.

 

   Tujuan Program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya – upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma – norma dalam berperikehidupan yang antara lain meliputi: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. 

        Atas dasar itu, maka SMP N 2 Margasari, Kabupaten Tegal, berencana akan melaksanakan program menuju sekolah adiwiyata yakni managemen sekolah yang berwawasan lingkungan. Tentunya akan ada hal hal yang perlu dibenahi dan dikembangkan sebagai acuan atau resiko menuju sekolah hijau.

     Empat aspek yang harus menjadi perhatian sekolah untuk dikelola dengan cermat dan benar apabila mengembangkan Program Adiwiyata yakni ; Kebijakan, Kurikulum, Kegiatan, dan Sarana Prasarana. Sehingga secara terencana Pengelolaan aspek-aspek tersebut harus diarahkan pada indikator yang telah ditetapkan dalam program Adiwiyata.
  • Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan,
  • Kurikulum Berbasis.. Lingkungan,
  • Kegiatan Berbasis Parisipatif dan
  • Sarana dan Prasarana Pendukung Ramah Lingkungan.


1. Pengembangan Kebijakan Sekolah.

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan model pengelolaan sekolah yang mendukung dilaksanakannya pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yakni Partisipatif dan Berkelanjutan. Pengembangan Kebijakan Sekolah yang diperlukan untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan tersebut antara lain ;
  • Visi dan Misi Sekolah yang Peduli dan Berbudaya Lingkungan.
  • Kebijakan Sekolah dalam mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup.
  • Kebijakan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik Pendidikan maupun tenaga Kependidikan dibidang Pendidikan Lingkungan Hidup.
  • Kebijakan Sekolah dalam hal penghematan Sumber Daya Alam
  • Kebijakan Sekolah yang mendukung terciptanya Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Sehat.
  • Kebijakan Sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan lingkungan hidup.

2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para peserta didik dapat dilakukan melalui kurikulum belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Pengembangan kurikulum berbasisi lingkungan hidup mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut ini :
  • Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran,
  • Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar,
  • Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya,
  • Pengembangan kegiatan kurikuler untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

3. Pengembangan Kegiatan Berbasis Parsitipatif

Untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat di sekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh warga sekolah dalam pengembangan kegiatan berbasis partisipatif antara lain :
  • Menciptakan kegiatan ekstrakurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis partisipatif di sekolah,
  • Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar,
  • Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

4. Pengelolaan dan atau pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

Dalam mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan sarana prasarana yang encerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan dan pengembangan sarana tersebut antara lain :
  • Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup,
  • Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah,
  • Penghematan sumberdaya alam (listrik, air dan ATK),
  • Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat,
  • Pengembangan sistem pengelolaan sampah..
        Ada beberapa penghargaan dalam program Adiwiyata. Penghargaan Adiwiyata terbagi dalam 3 kategori yaitu Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Adiwiyata, dan Sekolah Calon Adiwiyata. Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah-sekolah yang mampu mempertahankan program-program lingkungan hidup mereka selama tiga tahun berturut-turut. Meski demikian pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Sebagaimana disebutkan diatas, penghargaan adiwiyata tahapan pemberdayaan (selama kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap kemandirian (selama kurun waktu lebih dari 3 tahun). Pada tahap awal, penghargaan Adiwiyata dibedakan atas dua kategori, yaitu :
  • Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah berhasildalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.
  • Calon sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang dinilai telah berhasil dalam pengembangan lingkungan hidup.
       Pada saatnya SMP N 2 Margasari diharapkan menjadi dan terbentuk sekolah berwawasan lingkungan yakni sekolah yang menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan pada sekolahnya. Pengajaran yang berbasisi lingkungan dan kesadaran warga sekolah akan pentingnya lingkungan merupakan bagian terpenting dari sekolah berwawasan lingkungan hidup.

Source : 
http://fabulouschool.tumblr.com/post/22128857278/model-pengelolaan-sekolah-berwawasan-lingkungan-menuju
http://soviadeviani.weebly.com/adiwiyata.htm

Categories: Entertainment, Pendidikan | Tinggalkan komentar

Diproteksi: Soal IPS Kls VIII


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Categories: Entertainment | Masukkan password Anda untuk melihat komentar.


Marquee Text Generator - http://www.marqueetextlive.com

rate my photos

Categories: Entertainment | Tinggalkan komentar

ARTI CINTA KAHLIL GIBRAN


Baca lebih lanjut

Categories: Blog, Entertainment | Tag: | 3 Komentar